God's Favorite
God's Favorite Kali ini aku kalah lagi. Kalah tuk’ sampai pintu gerbang sekolah sebelum ditutup denting waktu tepat pukul tujuh. Huh , padahal aku sudah bangun dari pukul empat pagi buta. Jauh lebih pagi dari kawanku yang bangun mepet pukul enam lewat empat puluh lima menit, dan rumahnya lebih jauh, lho . Aku mana tahu pagi ini di jalanku akan ada pohon besar tumbang yang buat padat merayap dan tak memberi akses berjalan satu sentimeter pun. Beruntungnya lawan lomba ku itu lewat jalan yang mulus. Ku telan ludahku pahit-pahit, malu, menahan ditatap mata seluruh warga sekolah akibat aku terlambat. Hanya karena kecepatanku tuk’ sampai berbeda dengan orang-orang di depanku, yang tak bernasib sama harus lewat di jalan dengan pohon sialan itu. Ya, tentu itu bukan salahku. Aku tidak pernah memintanya. Pohon itu kan bukan aku yang menebangnya. Pulang, aku lelah. Aku ingin beli es krim! es krim adalah obat dari segala obat. Tapi entah apa dosa berat yang telah ku perbuat. Satu-satunya es ...
